LUPA. Aku, Dalam Kurung, Koma, 2019

LUPA. Aku, Dalam Kurung, Koma, 2019

Nasrul Firdaus Lubis (Ketua Umum UKM Tapak Suci UMSB)


Oleh: Nasrul Firdaus Lubis (Ketua Umum UKM Tapak Suci Cab. UMSB)

Aku; manusia lahir dengan berkah miliaran sel otak. Terlalu banyak untuk tubuh yang kecil, lemah, dan rentan. Terlalu berlebih untuk lingkungan yang sempit. Seiring bertumbuh, Sang Maha mengambil telah mematikan hampir sebagian dari jumlah sel lalu menyisakan beberapa. Kenangan ikut terpotong. Manusia memulai perjalanannya sebagai makhluk yang lupa.

Dalam kurung; rumah dilogikakan begitu sederhana: dinding, lantai, dan atap, lalu menjelma menjadi tempat berlindung, tempat paling dirindukan untuk pulang. Awal dan akhir selalu rumah tempatnya. Kau pergi dari rumah dan hendak pulang juga ke rumah. Tanpa sadar, kemanapun kita berdifusi, jiwa akan selalu ada dalam naungan sunting, lantai, dan atap itu, bahkan mungkin saat kita telah menguap dan bertemu pencipta, siapa yang tahu. Rumah dilogikakan begitu sederhana. Ibu?

Koma; kaki tidak selalu bisa terus berjalan, kau harus istirahat. Nafas tidak selalu bisa terus berhembus, kau harus menghirup. Mata tidak selalu bisa terus berjaga, kau harus tidur. Mulut tidak selalu bisa terus bicara, kau harus tau kapan bungkam. Pikiran tidak selalu bisa terus disesaki, kau harus tau kosong. Jeda.

2019; dan akhirnya kita membuka keran nasib, mengalirlah berbagai kehidupan setiap manusia. Aku selalu berusaha untuk tidak lupa pada rumah yang menjadi tempatku pulang sebagai manusia atau tempatku bersinggah sebagai ruh. Pada rumah yang menjadi tempatku mengadu ketika terpuruk atau tempatku bangkit melanjutkan perjalanan. Kemanapun kelak Januari melontarku dari purnama satu ke purnama lainnya, aku pasti selalu tahu cara paling tepat untuk kembali pada naungan rumah. Di jeda tingkah lakuku, rumah selalu membayang wajahnya, semangat pelan-pelan terpompa, kaki berpacu dengan impian, tujuan paling akhir mulai membuat jalurnya dengan rumah. Lupa tak punya kuasa untuk melenyapkanku. Dengan jeda, aku akan selalu terlahir kembali. Beranjak dan beranjak, berjuang dan berjuang. Membawa luapan renjana.

(NF_Loeb's, 2019)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "LUPA. Aku, Dalam Kurung, Koma, 2019 "

Posting Komentar