Di Pasaman Barat, Benarkah PPS Hanya Memikirkan Gaji, Bukan Pekerjaan? Berikut Ulasannya

Benarkah PPS Hanya Memikirkan gaji, Bukan Pekerjaan? Ini Ulasannya.

Silaping-- SilverNews.com--Panitia Pemungutan Suara (PPS) Nagari Batahan Kecamatan Ranah Batahan menjadi perbincangan di khalayak ramai, pasalnya masih banyak warga yang semestinya memilih dan ternyata berpotensi untuk tidak bisa menggunakan hak suaranya karena tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Rahmi salah seorang petugas PPS enggan mengatakan Daftar Pemilih Tetap di Nagari Batahan Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat. “Kami tidk berani mengatakan berapa DPT di nagari karena itu wewenang KPU, apabila ingin mengetahuinya silahkan tanyakan ke KPU” ujar Rahmi via telpon (31/3)

Entah kenapa PPS tidak mempublikasihkan Daftar Pemilih Tetap sementara tanggal Pemilihan tinggal menghitung hari lagi, apakah ketika hari H baru ditempel? Atau memang PPS tidak melaksanakan tugasnya dengan maksimal?
Usut punya usut, Akhirnya terbongkar kejanggalan yang sangat mencolok.

Di Jorong Siduampan kecamatan Ranah Batahan terjadi ketimpangan,
Rahmi mengakui bahwa di Jorong Siduampan telah dihapuskan satu TPS, pihaknya menjelaskan alasan penghapusan TPS karena kurang banyak Warga Yang akan memilih di Jorong Siduampan khususnya bagian Bintara Tani Nusantara (BTN).

“Untuk TPS bagian BTN itu di pindahkan ke tempat lain karena kami menemukan warga untuk memilih hanya 7 orang,” jelasnya
“Mengenai Pemilih di bagian BTN itu sudah clear, kami bersama panwas sudah sering  kesana dan kami hanya menemukan 7 pemilih, pemilih yang memilih itu berdasarkan domisili KTP,” tutpnya
Tidak hanya PPS, Taufik selaku Ketua Panwas Kecamatan Ranah Batahan mengaku bahwa hanya 7 orang pemilih yang ada di BTN.

“Dari Hasil Coklit yang dilaksanakan hanya 7 orang yang kita temui, sebab syarat untuk memilih harus mempunyai E-KTP,” ujarnya
Benarkah demikian? Hanya 7 orang pemilih yang ada di BTN?
Wali Nagai Persiapan Batahan Selatan, Muhammad Fauzi mengatakan bahwa, warga Siduampan yang tinggal di wilayah BTN itu mencapai 60 KK.
“Banyak warga siduampan di BTN, di Siduampan itu banyak warga, ada di Proyek, di Siduampan dan di BTN, kemaren pas kedatangan Beras Prasejahtera (Rastra) untuk warga siduampan yang tinggal di BTN banyak kita kirim kesana, mereka kan warga siduampan juga, memiliki KK, memiliki KTP,” jelas wali nagari
Tidak hanya itu, Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kemasyarakatan (TKSK) Kecamatan Ranah Batahan mengaku bahwa warga siduampan yang berdomisili di BTN itu sangat banyak.
“Yang di SK kan Dinas Sosiak saja untuk penerima Rastra ada 149 KK miskin yang ada di Jorong Siduampan, untuk KK miskin yang secara intens kita bantu bagian BTN saja ada 51 Kepala Keluarga (KK), sementara di siduampan 66 KK dan di proyek 32 KK,” jelas Abdal via telpon minggu (31/3)

Wah.... Ada apa ? Apa yang terjadi?
Dalam satu Keluarga saja minimal 2 orang yang berhak memilih, suami dan istri, belum lagi ada anaknya yang dewasa, masuk akal kah hanya 7 orang saja?

Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Ranah Batahan Sekitar (IMPRBS) Nusantara, Zulayamin mengaharapkan, agar pejabat atau oknum-oknum yang diberikan kekuasaan agar menajalankan tugasnya masing-masing dengan penuh tanggung jawab.
“Kita hanya berharap agar instansi atau lembaga yang mempunyai tugas dan fungsinya agar menjalankan tugas masing-masing dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, kita juga mengaharapkan antar elemen-elemen yang ada atau antar instansi-instansi maupun antar lembaga agar selalu saling kordinasi dan bekerja sama agar tidak ada ketimpangan,”Harap Zulayamin

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di Pasaman Barat, Benarkah PPS Hanya Memikirkan Gaji, Bukan Pekerjaan? Berikut Ulasannya"

Posting Komentar