MANTAN PRAJURIT PENUMPAS PKI ASAL PASAMAN BARAT KEADAANNYA MEMPRIHATINKAN

Jumat sore(22/2) reporter silver news mengunjungi salah satu rumah di jorong siduampan kecamatan ranah batahan kabupaten pasaman barat, ompung caban adalah panggilan akrab kepada seorang kakek Yang sedang mengalami sakit Yang berkepanjangan,
Tak disangka, ompung caban ternyata ikut melawan Partai Kominis Indonesia (PKI), ompung caban mengatakan bahwa ia Salah seorang prajurit Yang di rekrut pemerintah dengan sukarela melawan kekejaman PKI pada masa itu.
Sayangnya sang kakek tidak mengingat tanggal Dan waktu kejadian dengan sempurna, mungkin dengan paktor usia ia maka mudah lupa, sedangkan umurnya saja katanya baru berumur 90Th padahal kalau dilihat dari tuanya sudah berumur ratus tahun.

Dengan keramahan, sang kakek ia menasehati saya agar jangan ikut dalam peperangan, “biarlah bekerja ini itu asalkan kita hidup tentram” ujarnya dalam bahasa mandahiling.
Kakek tersebut menerangkan bahwa pihaknya menjadi prajurit penumpas PKI selama tiga tahun Dan tak pernah pulang kerumah, kakek tersebut mengakui ia adalah orang terpilih Dari hasil seleksi untuk menjadi prajurit. “Adong kami tolu alak na tarpili ngon daerah nitaon, dua alak nai alak silaping tai sannari dung maninggal Ma lupa au sanga ise golarna” terangnya dengan bahasa daerah
Menurut keterangannya, beliau merupakan Salah seorang Yang terpilih menjadi prajurit menumpas PKI. “Sanjato na u pake na Baron sanjato sten me”terangnya
Katanya, ia melawan PKI dengan menggunakan senjata API Yang disebut Sten, tak disangka sang kekek tersebut mempunyai jasa sangat besar kepada rakyat Indonesia.

Kini beliau sudah renta terlihat dengan jelas badan kakek tersebut tampak tinggal tulang, selain usia kakek sudah tua, penglihatan pun sudah kabur, kini kakek tersebut tinggal bersama istrinya.
Sangnenek (65Th) dengan penuh kasih sayang dan kesabaran merawat sang kakek sendiria dalam rumah Yang alakadarnya. Dengan penuh kasih sayang mereka hidup rukun menik mati susah senang berdua.
Jangankan mencari nafkah, merangkak Ke kamarmandi saja sang kakek kewalahan. Sang nenek mangatakan bahwa ia tidak mampu mencari nafkah, selain umur sang nenek sudah tua juga, ia menghabiskan waktu dengan merawat suaminya. Kata sang nenek, tetangganyalah Yang selalu membantu, terkadang memberikan makanan Dan sebagainya.
Sang nenek tidak mengharapkan bantua Dari pemeringah setempat, karena itu semua serasa seperti pungguk merindukan bulan, puluhan program pemerintah bahkan sudah ratusan trik peminpin membuat Cara untuk mengentaskan kemiskinan namun tak satupun tersentuh kepada kakek dan nenek tersebut.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MANTAN PRAJURIT PENUMPAS PKI ASAL PASAMAN BARAT KEADAANNYA MEMPRIHATINKAN"

Posting Komentar